PENGAJIAN RUTIN BULAN JUNI
Ditulis oleh Admin Jumat, 04 Juni 2010 01:19

Amanah tidak hanya dimiliki oleh para pejabat saja atau pemimpin akan tetapi amanah itu sangat luas, sampai – sampai Rusulloh menggambarkan bahwa kamu-kamu sekalian adalah penggembala (diberi amanah) dan kamu sekalian akan akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Alloh SWT.
Seorang laki-laki setidak-tidaknya memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya (anak dan istri), jadi seorang laki-laki paling tidak memiliki amanah sebagai kepala keluarga dan ini yang akan dipertanggungjawabkannya dihapadan Alloh SWT. Setiap orang tidak akan lepas dari amanah.
Seorang wanita juga diberi amanah, yaitu sebagai seorang istri baik istri bagi suaminya dan ibu dari anak-anaknya. Oleh sebab itu kalau nabi mengatakan sorga dibawah telapak kaki ibu, jangan diartika seorang anakharus berbakti kepada seoarang ibu, akan tetapi ibu memiliki tanggung jawab amanah bahwa sorga / neraka itu sangat tergantung ibu mendidik anak, karena bagai manapun seoarang anak akan lebih dekat dengan ibu. Pendidikan dari ibu akan lebih berbekas dari pada seorang ayah.
Pemimpin akan memiliki amanah yang lebih berat di banding yang bukan pemimpin. Kenapa amanah dipikulkan kepada manusia ? bukan salah Alloh, karena jika dilihat dari sebab-sebab di turunkan ayat, sebenarnya amanah tidak diberikan kepada manusia seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al – Ahzab ayat 72 :

Yang Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh
Amanah pada awalnya amanah di tawarkan kepada langit, “ apakah kamu sanggup memikul amahku,” maka langit bertanya “ ya Alloh, amah itu berupa apa ? sebelum saya menjawab”, maka Alloh memberi jawaban “ amanah ini adalah suatu kewajiban yang harus kamu pikul dan laksankan dengan catatan jika kamu melaksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya maka kamu akan memperoleh kehormataan, kemuliaan disisi Alloh SWT di dalam surga, sebaliknya kalau kamu tidak bisa melaksanakan amanah itu, menyianyiakan amant itu maka aku tidak akan segan-segan melempar kamu kedalam neraka. Lalu langit menjawab “ saya tidak sanggup ya Alloh, untuk memikul amat itu. Bukan berat ringannya amanat itu, yang aku takutkan hanyalah murkamu, kalau amah itu tidak bisa aku laksanakan.”.
Lalu amant itu di lemparkan ke pada bumi, bumi pun menolaknya kemudian ditawarkan kepada gunung, gunung pun menolak untuk menerima amanat itu. Lalu yang terakhir di tawarkanlah amanat itu kepada Adam AS. Lalu adam menerima tawaran tersebut, dan setelah adam menerima amanat tersebut maka Alloh SWT memberikan satu predikat zolim dan bodoh (dalam arti tergesa-gesa / kurang pergitungan).
Sifat zolim dan bodoh itu sudah melekat pada diri manusia, sampai-sampai ada seorang pujangga yang bernama R. Ngabei Ronggowarsito memberikan suatu pelajaran : bahwa dalam diri manusia sifat zolim dan sifat bodoh yaitu pada tataran budaya jawa manusia memiliki 3 sifat hewani yaitu :
1. Pindo Sardilo : Seperti Harimau (ganas), maksudnya, biarpun diam suatu saat bisa seperti harimau, jika manusia sudah tidak bisa sabar maka akan melakukan apa saja kehendaki.
2. Pindo Wanoro : Sifat monyet (serakah), manusia kadang tidak mau menerima apa yang sudah menjadi haknya, tidak memiliki sikap Qonaah (menerima).
3. Pindo Turonggo : Sifat Kuda (bekerja keras), manusia kalau sudah ingin sesuatu maka akan terus berusaha sampai keinginan nya tercapai tidak mengenal waktu.
Sifat – sifat binatang sepereti ini harus dikendalikan karena bisa merusak akidah islam.
Jadi amanatnya sorang laki-laki adalah bagaimana tanggung jawab seorang laki-laki terhadap keluarga seperti memberi nafkah kepada keluarga, jadi yang bertanggung jawab mencari nafkah lahir dan batin adalah suami, sedangkan istri tidak punya tanggung jawab, akan tetapi jika istri ikut mencari nafkah itu menjadi tambahan pahala yang besar.
Tanggung jawab atau kewajiban seoarang suami adalah memberi Sandang (Pakaian), Pangan (memberi makan), Papan (tempat tinggal) dan Kroso Batin (Perasaan hati), kewajiban ini harus terpenuhi. Jika suami tidak bisa melaksanakan kewajiban ini maka
Kewajjiban istri terhadap suami juga ada empat yaitu :
1. Jika dipandang menyenangkan : caranya jika suami berada dirumah sang istri supaya berdandan, karena kaum lelaki lebih senang melihat dari pada berpikir dan kamu perempuan lebih suka dilihat cantik dari pada dibilang pintar.
2. Istri tidak boleh menolak / membangkang jika di perintah oleh suami : kewajiban istri adalah tunduk kepada suami tanpa syarat. Di kisahkan ketika rosul melihat neraka kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan, kenapa demikian? Karena kebanyakan kaum perempuan kurang mensyukuri apa yang telah diberikan oleh suami dan terlalu membangkang kepada suami (kebanyakan omong). Yang bisa menggugurkan ketaatan istri kepada suami hanya 1 yaitu jika diajak berbuat maksiat. Sang istri wajib menolak.
3. Tidak keluar rumah jika suami sedang pergi : khusus untuk ibu rumah tangga, tapi jika istri ikut bekerja tidak jadi masalah.
4. Jika suami sedang bekerja / keluar rumah maka istri wajib menjaga kehormatan.
Dalam tatanan kedinasan / kepemerintahan, ada seorang sahaat bertanya kepada Rosululloh, “ Ya Rosululloh, kapan akan terjadi kiamat ?” lalu Rosul menjawab “ kiamat akan terjadi jika amanat sudah disia-siakan”, lalu sahabat bertanya kembali “ bagaimana yang dimaksud menyia-nyiakan amanat?” lalu Rosul menjaawab kembali “ yang disebut menyia-nyiakan amanat adalah seorang pemimpin menyerahkan suatu urusan kepada yang bukan ahlinya.” .
Jadi seorang pemimpin harus menyerahkan semua urusan kepada yang ahlinya karena jika tidak maka tunggu kehancurannya. Jadi janganlah kita meminta jabatan jika kita tidak mampu atau tidak menguasai jabatan tersebut karena jabatan pada dasarnya adalah amanat. Amanat itu pada hari kiamat akan menjadi kehinaan dan akan menjadi penyesalan bagi yang memikul amanat tersebut kecuali kita bisa menjalankan amant tersebut dengan sebaik-baiknya.
Semoga materi tentang Amanah ini bisa untuk instrokspeksi dan mawas diri serta bisa untuk saling mengkoreksi jika ada kekurangan mohon maaf yang sebesar-besarnya, wabillahitaufik wal hidayah wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kotak Login
Statistik Situs
Konten : 42
Jumlah Kunjungan Konten : 5999


